Kumpulan Puisi Cengeng Firli

1.      1. Kamu.

Jika tawa diibaratkan persahabatan

Dan puisi diibaratkan sebagai cinta

Maka ditengah, ada dirimulah yang melengkapi keduanya.

 

2.       2.Hujan.

Kau datang layaknya hujan yang lebat dan tak terhingga

Menyejukanku, lalu terus membasahiku dengan gencarnya

Sampai lupa bahwa pada akhirnya kaulah sebab aku menjadi sakit.

 

3.     3.Teman.

Kita pernah ada disini, bersama melawan angin

Menginjak rumput bersama, tertusuk duri, terjatuh, lalu bangkit bersama pula

Ahhh, katakanalah ku seperti anak kecil

Jika memang harus begitu, ku harap masa inilah yang akan terus mendampingi kita dan akan terus terkenang hingga akhir cerita.

 

4.      4.Batasan.

Kau sebut apa dinding besar penghlang itu ?

Sebuah dinding penghalang, yang membatasi puisiku padamu

Yang membatasi keindahan dan kesempurnaanmu

Suku ? Ras ? Warna kulit ?

Hancurkanlah, hancurkan dan lewati batasan itu

Maka setelahnya, kau akan melihat indahnya pelangi dengan banyak warna berbeda

Tanpa ada batasan diantaranya.

 

 

5.      5.Dilla.

Kau bisa sebut aku pengagummu

Pengagum setia dari senyum manismu dan tutur kata halusmu

Kau bisa sebut aku sebagai pelindungmu

Pelindung dari kerasnya dunia dan tajamnya lisan

Kau bisa menyebutku kekasihmu

Kekasih yang selalu disini menantimu, menunggumu, dan takan menyerah padamu

Sampai akhirnya aku lupa, bahwa sang waku sendiri lah yang telah membawamu pergi bersama semua kenangan itu

Pergi, tanpa bisa kuikuti kau seperti biasanya, dan takan bisa kuraih kembali.

 

 

6.      6.Kemarin.

Kemarin hanyalah cerita yang hilang ditelan musim

Dan kini, saatnya kita melihat kedepan, melangkah bersama dengan penuh semangat

Bersama bunga-bunga yang bermekaran, dan kupu-kupu berterbangan

Namun ingatlah selalu, bahwa kemarin, kita telah bersama menuliskan semua kisah kita, dalam keabadian cinta.

 

 

7.       7.Symphoni.

Kau dan aku layaknya hujan dan petir

Selalu bergemuruh dan tak pernah tenang

Menghalangi mentari dari singgahsananya

Dan merubah awan putih menjadi hitam

Namun percayalah

Dunia pasti akan tau, bahwa symphoni dari hujan dan petir

Akan melahiran pelangi nan indah setelahnya.

 

 

8.      8.Kamu. Part 2

Ruang pelangi yang kuwarnai dalam setiap hembusan

Puisi abadi yang kutemukan dalam setiap kedipan

Janganlah kau padam, janganlah kau hilang

Aku disini menantimu dalam diam juga dalam bimbang.

 

 

9.      9.Esensi.

Seperti halnya bulan yang selalu datang setelah Mentari

Seperti halnya pelangi yang muncul setelah badai

Dan seperti datangnya pasang sebelum surut

Begitulah kamu, datang setelah dia usai

Menemaniku, hingga sang waktu mengusaikan kita.

 

 

 

 

10.  10.Limo.

Masih kuingat bagaimana indah pagimu dahulu

Bagaimana sejuk udaramu

Bagaimana nyanyian binatang ternak selalu mengiringimu

Bagaimana cara ku jatuh hati padanya

Bagaimana aku bersamanya

Dan bagaimana aku mengakhirinya

Akhir, akhir dari semua pejalanan ini, akhir dari sesuatu yang dahulu kukira taakan pernah berubah

Yaah Begitulah waktu, berbuat sesukanya hingga seringkali  menimbulkan luka.

Dan kau ada disana,  menjadi saksi bisu tentang kejamnya waktu padaku, ooh Limo.

 

 

11.  11.Mundur.

Kau ingin mundur ?

Mundurlah, lakukan sesukamu hingga hatimu mengendur.

Namun janganlah kau mundur terlalu jauh, sebab jika kau hilang,

Hilang pula hidupku bersamamu.

 

 

12.  12.Cinta Gila.

Kau bisa menyebut ini sebuah cinta gila

Cinta gila dari orang gila yang tak punya waktu memikirkan dirinya,

Memikirkan akan kemana masa depannya, yang kini semakin sirna dari kata sempurna

Yaa, aku yang mencintaimu laksana angin yang berhembus dipagi hari, menyejukanmu namun hanya membuatmu semakin menutup mata.

Mencintaimu layaknya petir yang menyambar dikala badai, namun hanya membuatmu semakin bersembunyi.

Menutup mata dari indahnya cinta, cinta yang telah lama tumbuh bersamamu, namun tak pernah bisa menyentuh hatimu.

 

Dari aku, si gila yang segera hilang darimu.

 

 

 

 

 

 

 

13.  13.Purnama.

Pernahkah kau melihat purnama dimalam hari ?

Yaa, seperti itulah aku memandangmu, menatapmu, mengagumi kilauan indahmu dan percaya bahwa kau adalah salah satu karya terbaik dari semesta.

Namun kilaumu terlalu tinggi disana, sehingga ku tak pernah bisa meraihmu dan merasakan indahmu bersamaku

 

 

14.  14..Gamers.

Bagiku kau layaknya Dota, membuatku mengeluarkan seluruh strategi dan pemikiran untuk memenangkanmu.

Bagiku kau seperti RF Online, walau habis berhari-hari kumemainkannya, tak apa asalkan bisa mencapai level yang lebih tinggi.

Bagiku kau seperti Harvest Moon, tak perduli harus memulai segalanya dari nol besar,

Namun kerja keras akan membuatku meraih segalanya.

Bagiku kau seperti Ragnarok, walau sangat tinggi levelmu, tak akan memadamkan semangatku untuk meraihmu.

Dan terakhir, kau layaknya Idol Street, yang membuatku ingin berdansa melewati hari-hariku yang penuh dengan warna.

 

 

 

15.  15.Nadya.

Entah berapa ribu maaf yang harus terucap.

Entah berapa ribu kata yang harus tersirat.

Nadya, kau adalah inti dari semua puisi dan syair cinta ini,

Maafkanlah aku yang selalu memaksakanmu dalam kenangan yang telah lalu

Karna seharusnya ku sadar, kalau ternyata aku tak bisa memaksaka sebuah bunga untuk tumbuh, padahal ku tau ini bukanlah musimnya.

Nadya, jika kesempatan itu masih ada, saat waktu telah membawaku menjadi seorang yang pantas, aku akan kembali, bukan karena siapa, bukan karena mereka, tapi karna kamu, karna aku ingin kamu.

Nadya, waktu yang mengajarkanku bagaimana merawat sebuah bunga, bukan hanya memilkinya, karna merawat sejak bibit dan tumbuh bersama, tidak akan pernah sama dengan membelinya setelah mekar.

 

 

 

 

 

16.  16.Cibinong.

Kan kuingat selalu kenangan itu,

Hal-hal yang dahulu kita raih bersama dan buat kita Bahagia bersama

Bagaimana cara kita tertawa dibawah rintikan hujan dan sejuknya angin sore.

Berjalan bersama menembus tajamnya waktu, tanpa ada kata ragu.

Ohhh kamu, yang selalu ada bersamaku dikala hati ini membeku,

Dan ada pula bersamaku ketika hati ini mulai rapuh.

Kaulah sentuhan disaat kujatuh dan senyuman disaat kujauh.

 

Untuk kamu, seseorag yang tak pernah menyerah padaku.

 

 

17.  17.Perpisahan Abadi.

Kau yang mengajarkanku bagaimana cara menulis sebuah puisi,

Kau juga yang mengajarkanku bagaimana cara mengekspresikannya.

Namun kini, Semua tak lagi bermakna, sebab kau telah pergi selamanya,

Tanpa ada kata, dan tanpa jeda.

 

 

18.  18.Zzzzzzzz

Seperti halnya pagi yang buatku sejuk,

Ataupun malam yang buatku terlelap.

Namun kau lebih dari keduanya,

Sebab cinta sejati, selalu menyejukan dan tak pernah terlelap

 

19.  19.Bintang.

Ku selalu mengagumi ciptaan Tuhan yang satu itu

Selalu bersinar terang dengan indahnya dimalam yang gelap,

Lalu menerangi jalanku yang terjal.

Bintang, aku selalu mengaguminya meskipun ku tau,

Aku bukanlah pemiliknya.

Bintang, kuharap kau selalu bersinar terang disana, diatas sana

Mengapai seluruh semesta dan taakan pernah redup hingga akhir masa,

Walau singkat kehadiranmu dimalamku yang kelam, namun kau tetaplah keindahan dalam pekatnya malam.

Malam kan berlalu, siang pun kan datang, terus berputar dan begitulah dunia,

Namun bintang, tetaplah terang hingga kau tak mampu lagi tuk bersinar.

 

Doaku untuk sang Bintang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Boxing Dan Asing (Cerpen)

Serba Serbi Daun Kelor

Antara Cinta Dan Status Pendidikan