ROKOK

 ROKOK.

Assalamuallaikum wr wb.

Hallo apa kabar teman-teman semua, semoga selalu baik dan selalu dalam lindungan Allah swt, udah lama kayanya saya ga nulis tentang masalah kesehatan yaah, jadi kali ini saya memutuskan untuk membahas salah satu faktor terbesar sebuah masalah kesehatan yang hari ini sangat banyak di derita masyarakat Indonesia, yap tidak lain dan tidak bukan adalah Rokok.

Dalam tulisan kali ini, saya akan coba membahas rokok dalam sudut pandang kesehatan dan dalam sudut pandang agama, jadi teman-teman yg baca bisa menyimpulkan sendiri, apakah rokok itu adalah hal yang bermanfaat atupun yang tidak bermanfaat sama sekali. Dan yang harus di garis bawahi adalah, semua tulisan ini adalah opini pribadi saya, jadi silahkan dinikmati, renungi, pelajari, tanpa perlu baper. Oke kita langsung mulai aja..

Rokok, belakangan ini rokok nih lagi naik daun, karna selain ulah oknum para perokok nya yang bikin geleng-geleng kepala, macam merokok sambil mengemudikan motor/mobil, merokok di dekat anak-anak, merokok di ruang publik, dan semua kegilaan yang buat kita bertanya, mereka tuh faham resikonya ? Atau memang tidak tau sama sekali tentang bahaya rokok sih ? Dan sekarang ditambah, data Kemenkes terbaru, bahwa penyakit tidak menular di Indonesia paling tinggi adalah Hipertensi, dan Hipertensi sangat besar pengaruhnya dengan kebiasan merokok, ini yang perlu di edukasi banget sekaligus PR buat temen-temen tenaga kesehatan ataupun mahasiswa kesehatan di Indonesia, karna kalau kita liat se kilas aja di kehidupan sehari-hari, rokok tuh udah ibarat jadi teman pendamping laki-laki di Indonesia kalau lagi melakukan sesuatu, saya selalu bilang sama temen-temen saya, orang Jepang tuh kalau lagi nunggu sesuatu, yg di pegang adalah buku bacaan, atau main HP tapi yg dibuka video edukasi ilmu, lalu orang Amerika/orang Eropa, itu yg merokok banyak, tapi kalau pagi baru bangun tidur, itu pasti yang di cari susu, sereal atau buah untuk sarapan, tapi itu semua ga berlaku di Indonesia, orang Indonesia begitu bangun tidur yg di cari rokok, abang-abang penjual makanan/minuman pinggir jalan yg di hisap rokok, tukang buah sambil jualan sambil ngerokok, tukang cuci motor sambil nyuci motor sambil ngehisap rokok, dll masih banyak lagi, jujur saya pribadi ngeliatnya aja udah sumpek banget,  bahkan yang lebih mencengangkannya lagi, sampai ada istilah "lebih baik anak istri makan cuma pake nasi dan garam, yang penting Bapak tetap bisa merokok" waduhhh bro, please banget, itu udah sangat kelewatan lahh. 

So ? Pertanyaannya, kenapa kok bisa sih mayoritas laki-laki baik yang tua ataupun yang muda selalu saja akrab dengan yang namanya rokok ? Padahal kita semua tau, komposisi sebatang rokok yaa udah jelas bukan vitamin dan mineral serta tinggi serat, kita semua tau komposisinya adalah racun, yang namanya racun pasti akan berbahaya buat tubuh, baik itu jangka panjang, ataupun jangka pendek, tapi kok bisa malah pada kecanduan ? Jawaban nya jelas karna mudah sekali mendapatkan akses menuju rokok di Indonesia  dari mulai warung klontong sampai supermarket, semua rokok dijual bebas tanpa ada aturan jelas tentang batasan usia untuk membelinya, apalagi mengkonsumsinya, coba kita bandingkan sama negara-negara maju di luar sana, rokok memang ada di jual di supermakret/minimarket, tapi ga di pajang di depan kasir terang-terangan, di letakannya di belakang, agak tersembunyi, jadi orang-orang ga akan langsung liat rokok setiap kali datang ke tempat-tempat belanja, secara psikologis itu cukup ampuh untuk bikin seseorang ga nyari-nyari rokok kalau dia lagi kebetulan datang ke suatu toko, lalu berikutnya iklan rokok, di negara maju mana ada iklan rokok gede gede di pinggir jalan ? Kalaupun ada jumlahnya dikit baget, beda sama di Indo, di setiap berapa Km ada iklan rokok terpampang jelass dan besar di pinggir jalan, alhasil anak-anak dan orang-orang normal pada umumnya menjadi tertarik, gimana mau ga banyak perokok ? Dan terakhir yang saya tau perihal harga, harga rokok di Indonesia cenderung relatif sangat murah dibanding negara-negara maju, bahkan bisa di beli satuan /ketengan, jadi yaa itu ibarat kita mengkampanyekan buanglah sampah pada tempatnya, tapi setiap hari kita selalu lempar sampah ke kali/sungai, selokan, atau pinggir jalan, ga masuk akal, itulah kenapa pada akhirnya, menurut data WHO terbaru, hanya 26% laki-laki di Indonesia yang tidak merokok, jadi beruntunglah kalian yang masuk dalam 26% itu, kalian mahluk langka di Indonesia.

Coba aturan rokok di Indonesia sangat diperketat, dari mulai cara menjualnya, promosi iklan, sampai batasan usia pemakainya dan sanksi ketat bila melanggar aturan tersebut, lalu yang fasilitasnya di mudahkan, diperbanyak, dan terjangkau adalah taman baca buat anak-anak ataupun orang dewasa, ataupun faslitas-fasilitas yg menunjang kesehatan kaya tempat olahraga beserta alat-alat penunjangnya, dan fasilitas konsultasi kesehatan kapapun 24 jam langsung sama dokter/tenaga ahli di bidangnya gratiss, pasti angka presentase perokok di Indonesia Inn syaa Allah akan menurut secara perlahan.

Lalu, seperti yang saya bahas di atas, selain banyaknya perokok di Indonesia, yang lebih ga habis fikir adalah prilaku para perokok ini yang seringkali bikin kita ngelus dada, initinya adalah merokok sembarangan dan di tempat umum yang asap dan abunya bisa membahayakan orang lain jika terhirup, dan bisa melukai kulit/mata orang lain jika kena abu nya, termasuk saya yg pernah jadi korban abu rokok saat sedang mengendarai motor. Dan menurut data Kemenkes dan mungkin kita semua juga udah tau, bahwa perokok pasif jauh lebih berbahaya dan lebih mengancam dari segi kesehatan dari pada perokok aktif itu sendiri.

So ? Setelah data-data dan Opini di atas, kira-kira nih rokok itu Haram atau Halal ? Saya banyak berdebat dengan para perokok dengan segala dalilnya, yang bilang rokok itu hukumnya Mubah/boleh atau Makruh/ tidak di sukai, tapi belum sampai Haram ? Karna kata mereka dalilnya banyak kok Ustad2 dan Kyai yang ngajinya pinter, tapi tetap merokok ? Jawaban saya selama ini kalau dengar kalimat tersebut, cuma simple aja, kalau rokok Halal dan sehat, mari kita bedah komposisi isian rokok, kira-kira isinya racun atau vitamin ? Lalu soal tokoh agama yg masih merokok, tolak ukur kita dalam beragama yaa Al Quran dan Hadist, jadi ibaratnya, hanya karna ada oknum seorang tokoh agama yg melakukan tindakan asusila terhadap muridnya, bukan berarti kita jadi memperbolehkan tindakan asusila kan ? Yang Haram tetaplah Haram dan yang Halal jelas Hukumnya. Apakah menghisap racun setiap hari akan mendatangkan manfaat buat kita ? Apakah asap dari racun tersebut bisa mendatangkan manfaat untuk orang lain yg menghirupnya ? Saya rasa tak perlu jauh-jauh bawa dalil agama, karna kalau dari segi kesehatan saja sudah buruk, agama sudah pasti melarang, lalu perihal kalian-kalian yang masih me Makruhkan rokok, yaa kira-kira aja, kalau kita selalu terus-terusan melakukan hal yang Makruh/dibenci oleh Allah swt, kira-kira bagus tidak ? Kira-kira baik tidak buat diri kita sekalipun perbuatab itu belum sampai Haram/dosa ?? Kaya contohnya kita berangkat kerja setiap hari wajib datang jam 8 pagi di kantor, keterlamabatan hanya boleh maximal 10 menit, lebih dari itu di hitung terlambat, lalu kita setiap hari datang dan absen di jam 8 lewat 9 menit, hal itu kita lakukan setiap hari, ga terlambat memang, cuma nyaris aja, kira-kira kalau ada nominasi Karyawan teladan, kita bisa menang kah ? Boss kita yang setiap hari mantengin absen kita, bakalan Happy kah ? Yang ada doi bakalan cemberut dan gondok banget sama kita, bahkan dia bisa menilai bahwa kita lagi menyepelekan aturan perusahaan, kurang lebih begitulah gambaran Allah swt nanti di akhirat kalau ketemu kita hambanya yg suka dan senang melakukan hal-hal yang Makruh.

 Dan andai Rasulallah saw masih hidup saat ini dan melihat fenomena perokok yang makin ga karuan di Indonesia, saya yakin 1000% beliau pasti akan mengharamkan rokok dengan jelas dan terang-terangan kok.

Jadi kesimpulannya, kalau kalian belum bisa berhenti merokok, minimal merokoklah ditempat-tempat yg sudah disediakan, jangan sambil berkendara, di dekat anak-anak, di dekat ibu hamil, atau dekat dengan keluarga anda, carilah tempat untuk merokok yg dimana di tempat itu cuma kalian para perokok yg bisa menikmati setiap hisapan rokok-rokok tersebut, tanpa mengganggu orang lain yang tidak merokok.

Oke, segitu dulu tulisan saya tentang Rokok, kalau ada kekurangan atau kalimat yang menyinggung teman-teman, saya minta maaf atas nama pribadi, semoga tulisan saya ada manfaatnya.

Sampai jumpa lagi di lain kesempatan, Terima kasih.

Assalamuallaikum wr.wb

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Boxing Dan Asing (Cerpen)

Handuk Panda (Cerpen)

Serba Serbi Daun Kelor